Indahnya Berbagi

12 Rabbiulawal 1436 H

4 Jan 2015 - 09:04 WIB

f7c1fd02bc5c4286d213f6fa2f4e920b_0066Tanggal 12 Rabiul Awal telah menjadi salah satu hari istimewa bagi sebagian kaum muslimin. Hari ini dianggap sebagai hari kelahiran Nabi akhir zaman, sang pembawa risalah penyempurna, Nabi agung Muhammadshallallahu alaihi wa alaa alihi wa sahbihi wa sallam. Perayaan dengan berbagai acara dari mulai pengajian dan dzikir jamaah sampai permainan dan perlombaan digelar untuk memeriahkan peringatan hari yang dianggap istimewa ini. Bahkan ada di antara kelompok tarekat yang memperingati maulid dengan dzikir dan syair-syair yang isinya pujian-pujian berlebihan kepada Nabishallallahu alahi wa sallam. Mereka meyakini bahwa roh Nabishallallahu alahi wa sallam yang mulia akan datang di puncak acara maulid. Oleh karena itu, pada saat puncak acara pemimpin tarekat tersebut memberikan komando kepada peserta dzikir untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan roh Nabi shallallahu alahi wa sallam yang hanya diketahui oleh pemimpin tarekat.

Sungguh aqidah semacam ini sama persis dengan aqidah orang-orang Hindu yang meyakini bangkitnya roh leluhur. Namun sayangnya sebagian kaum muslimin menganggap hal ini sebagai bentuk ibadah.Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiun, kesesatan mana lagi yang lebih parah dari kesesatan ini.

Kapankah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Dilahirkan?

Pada hakikatnya para ahli sejarah berselisih pendapat dalam menentukan sejarah kelahiran Nabishallallahu alahi wa sallam, terutama yang terkait dengan bulan, tanggal, hari, dan tempat Nabishallallahu alahi wa sallam dilahirkan.

Pertama: Bulan Kelahiran

Pendapat yang paling masyhur, beliau dilahirkan di bulan Rabiul Awal. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahkan dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai kesepakatan ulama.

Namun ada sebagian yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan di bulan Shafar, Rabiul Akhir, dan ada yang berpendapat beliau dilahirkan di bulan Muharram tanggal 10 (hari Asyura). Kemudian sebagian yang lain berpendapat bahwa beliau lahir di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan di mana beliau mendapatkan wahyu pertama kali dan diangkat sebagai nabi. Pendapat ini bertujuan untuk menggenapkan hitungan 40 tahun usia beliaushallallahu alahi wa sallam ketika beliau diangkat sebagai nabi.

Kedua: Tanggal kelahiran

Disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Nabishallallahu alahi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Kemudian beliau menjawab,Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu. Akan tetapi para ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal berapa Nabishallallahu alahi wa sallam dilahirkan. Di antara pendapat yang disampaikan adalah: Hari senin Rabiul Awal (tanpa ditentukan tanggalnya), tanggal 2 Rabiul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabiul Awal.

Pendapat yang Lebih Kuat

Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah Muhammad Sulaiman Al Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya disimpulkan bahwa hari senin pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan 20 atau 22 april tahun 571 M, hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabiul Awal. (Ar Rahiqum Makhtum).

Tanggal Wafat

Para ulama ahli sejarah menyatakan bahwa beliau meninggal pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H dalam usia 63 tahun lebih empat hari.

Catatan Penting

Satu catatan penting yang perlu kita perhatikan dari dua kenyataan sejarah di atas. Perbedaan para ulama dalam menentukan tanggal kelahiran Nabishallallahu alahi wa sallam dan tanggal wafatnya beliaushallallahu alahi wa sallam. Kenyataan ini menunjukkan bahwa para ulama tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanggal kelahiran Nabishallallahu alahi wa sallam. Alasannya, penentuan kapan beliau dilahirkan sama sekali tidak terkait dengan hukum syariat (maksudnya tidak ada syariat tertentu baik berupa keyakinan maupun suatu amaliyah syariyah yang berkaitan dengan kelahiran beliau ed.)

Beliau dilahirkan tidak langsung menjadi nabi, dan belum ada wahyu yang turun di saat beliau dilahirkan. Beliau baru diutus sebagai seorang nabi di usia 40 tahun lebih 6 bulan. Berbeda dengan hari wafatnya Nabishallallahu alahi wa sallam, seolah para ulama sepakat bahwa hari wafatnya beliau adalah tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H. Perhatian para ulama mengenai hari wafatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam karenawafatnya beliau berhubungan dengan hukum syariat. Wafatnya beliau merupakan batas berakhirnya wahyu Allah yang turun. Sehingga tidak ada lagi hukum baru yang muncul setelah wafatnya beliaushallallahu alahi wa sallam.

Jika ada pertanyaan, tanggal 12 Rabiul Awal itu lebih dekat sebagai tanggal kelahiran Nabi shallallahu alahi wa sallam ataukah tanggalwafatnya beliaushallallahu alahi wa sallam? Orang yang memiliki pengetahuan sejarah akan mengatakan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal itu lebih dekat pada hariwafatnya Nabishallallahu alahi wa sallam. Karena dalam masalah tanggal kelahiran para ulama ahli sejarah berselisih sementara dalam masalahwafatnya tidak ditemukan adanya perselisihan.

Setelah kita memahami hal ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal yang diperingati sebagai hari kelahiran Nabishallallahu alahi wa sallam pada hakikatnya lebih dekat pada peringatan hariwafatnya Nabi yang mulia Muhammadshallallahu alahi wa sallam. Oleh karena itu, sikap sebagian besar kaum muslimin yang selama ini memperingati hari maulid Nabishallallahu alahi wa sallam sebenarnya mirip dengan tindakan kaum Nasrani dalam memperingati tanggal 25 Desember. Mereka beranggapan bahwa itu adalah tanggal kelahiran Yesus padahal sejarah membuktikan bahwa Yesus tidak mungkin dilahirkan di bulan Desember. Dengan alasan apa lagi kita hendak merayakan 12 Rabiul Awal sebagai peringatan maulid??

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com


TAGS   12 Rabbiulaal 1436 H /


Author

orbansyah
@orbansyah

Recent Post

Recent Comments

Categories

Archive